Sore dan Mama

Kemarin, 17 Juli saya mengalami Sore untuk yang kedua kalinya. Pertama? 15 Juli lalu, jadi dipekan yang sama saya mengalami Sore dua kali banyaknya. Secara pribadi menurut saya ini salah satu Film terbaik yang pernah saya tonton, awalnya saya takut film ini hanya sebuah film overrated, tapi berhubung saya penganut "in Yandy we trust" maka saya yakin pasti filmnya luar biasa, sama seperti karya-karya Yandy sebelumnya. Dan ternyata benar, karya yang sangat magical.

Sepulang nonton film kemarin saya menghubungi mama, iya mama saya. Hanya untuk mengobrol update keseharian, karena menurut beliau sesingkat apapun durasinya, penting untuk selalu berkabar setiap hari. Sama pacar aja bisa kabar-kabaran terus, masa sama mama ga bisa? emang punya pacar? eh. 

"Ma, saya punya pertanyaan" kira-kira begitu saya memulai percakapan setelah bertanya mama sedang apa, padahal jelas saya tahu mama hanya sedang berbaring menunggu kantuk. "kalau mama diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu, apa yang mau mama ubah dari hidup mama?" tambah saya lagi. "tidak ada, mama tidak mau ke masa lalu, mama sudah cukup bahagia dengan kehidupan mama yang sekarang" jawab mama. Saya kembali menimpali "kalau sebagai istri? misalnya mama diberi kesempatan untuk hidup seratus kali apakah mama akan tetap memilih bapa sebagai suami mama?", beliau tersenyum simpul, "ah mama tidak mau menjawab, nanti orangnya terbang, ini orangnya udah tidur di sebelah". Sambil tertawa saya timpali lagi "tidak akan, bapa tidak akan dengar nanti, yaaaa mama jawab saja", lalu dengan nada sedikit terpaksa mama akhirnya menjawab, "iya, mama akan tetap memilih bapa, karena bapa adalah orang yang luar biasa". Setelah mama memberikan jawaban demikian hati saya hangat, saya tidak berhenti tersenyum karena sangat bahagia rasanya. 

Lalu saya bercerita ke mama, latar belakang mengapa saya melempar pertanyaan seperti itu. Saya ceritakan isi film itu dan pandangan saya, dari karya tersebut saya bisa pelajari bahwa memang betul, kita tidak bisa mengubah atau mengatur waktu, kita tidak bisa mengubah seseorang hanya demi kita. Perubahan itu lahir dari dalam, jadi jika kita merasa seseorang berubah karena kita, sebenarnya tidak karena dia berubah karena dirinya sendiri.

Melanjutkan percakapan dengan mama, saya juga sempat menyinggung soal karya kecil saya dan teman-teman yang sudah kami rilis di Youtube. Tentu saja beliau exited karena beliau tahu betul bagaimana saya hampir setiap hari mengeluh lelah selama proses mengerjakan karya tersebut. Dan akhirnya ditutup dengan "istirahat sudah ge, enu makan sudah, mama mau tidur", dan itu menutup percakapan kami malam itu. 


"Ada 3 hal yang tidak bisa diubah, masa lalu, rasa sakit, dan kematian."

_Sore: Istri dari Masa Depan

_Stranger



Jangan lupa saksikan karya kami di sini!!:Warisan


Jogja, 18 Juli 2025

Novasari

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer