Bagaimana Seharusnya Kita Memaknai Bertemu Orang Lain?
Dulu, sebelum benar-benar menjadi mahasiswa, ada kegelisahan kecil yang kerap datang menjelang tidur. Tentang kemungkinan merasa sendirian. Tentang bayangan berada di lingkungan yang asing. Tentang hari-hari yang mungkin harus dijalani tanpa merasa benar-benar diterima. Kekhawatiran itu terasa wajar waktu itu. Seolah masa depan hanya bisa ditebak-tebak dari jarak yang belum pernah ditempuh. Namun hari-hari pertama kuliah rupanya berjalan dengan cara yang tidak saya duga. Tanpa rencana apa-apa, saya dipertemukan dengan orang-orang yang begitu baik, sampai rasanya seperti berlebihan. Mereka yang membuat hari-hari terasa ringan, obrolan memanjang nan absurd tanpa terasa, dan tawa hangat. Sebagian dari mereka masih tinggal sampai sekarang. Sebagian lain perlahan menjauh, tersaring oleh waktu dan keadaan, apa yang biasa kami sebut, sambil berseloroh, sebagai seleksi alam. Tetapi masing-masing pernah mengambil bagian dalam satu masa yang penting dalam hidup saya. Dari perteemuan-p...
.png)