Nihilism #Rampung

kenapa? untuk apa? siapa? pernahkan kamu bertanya demikian atas apa yang terjadi pada kehidupanmu?
kenapa kita hidup? kenapa kita harus bertahan dan berjuang untuk hari esok? kenapa kita butuh validasi atau bahkan bertanya untuk apa melakukan hal-hal tersebut? sebenarnya siapa kita? siapa semesta dan dunia ini?. Sering kali kita tidak menyadari hal tersebut, hanya lahir kemudian berkembang dan tumbuh di tengah normalisasi, sampai pada saat yang kita tentukan barulah kita menyadarinya, oh atau mungkin tidak pernah. Setiap waktu hanya memikirkan bagaimana dan apa yang akan dilakukan untuk kehidupan di waktu berikutnya? apa yang akan didapatkan dari semua ini? kenapa melakukan hal yang dilakukan? kenapa bahkan menginginkan sesuatu? apa arti di balik semua ini? apakah hanya untuk bertahan hidup atau menunggu mati? bagaimana kita tahu semua ini akan signifikan pada waktunya?.
Jawabannya, tidak ada.

Tidak ada. 

Tidak ada yang objektif dan signifikan. Untuk tetap waras kita perlu percaya, percaya bahwa hidup memiliki arti dan tujuan. Buatlah arti dan tujuan itu sendiri, 'kuasailah' diri sendiri dan sesekali jawablah pertanyaan-pertanyaan itu untuk menemukan nilai. Karena rumahmu hancur bukan berarti kamu jadi gelandangan bisa saja kamu punya kesempatan akan membangun yang lebih megah. Kepercayaan adalah arti,  maka tetaplah percaya untuk menemukan arti itu. Karena dunia ini adalah tentang bagaimana kamu memandangnya. 

"Jika hidup tidak memberi kita arti, kita masih bisa memberi arti untuk hidup itu sendiri dengan menjadi arti bagi orang lain, tanpa kita sadari hal itulah yang membuat kita berarti."




Nova Sari

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer