I,m Home

Sudah 1 setengah tahun saya menempuh kehidupan kuliah dan selama itu juga saya tidak pulang ke rumah. Kerinduan sudah pasti menumpuk, rindu rumah dan penghuninya serta rindu tempat berdirinya rumah. Liburan semester kali ini saya pulang, pulang sebenarnya ada satu tujuan yang memang diharuskan tapi sekalian saya menuntaskan kerinduan. Tapi apakah kerinduan bukan menjadi bagian dari keharusan? entahlah itu tergantung sudut pandang kita masing-masing. Kalau saya iya, karena sama seperti dendam rindu juga harus dibalas. 

Rumah saya berada disebuah tempat terpencil yang berjarak sekian KM dari pusat keramaian, jauh dari hiruk pikuk sudah pasti damai rasanya. Itu bagi sebagian orang yang memang menikmatinya, bagi saya tidak karena masih ada beberapa tuntutan yang membuat hati saya tidak tenang. Mau menghindar tapi batin saya disiksa rasa bersalah, terpaksa dihadapi meskipun dengan 'setengah hati'. Jangan seperti saya ya. 

Saya tiba dirumah kala itu disambut dengan hangat oleh penghuni rumah, senyum sumringah dari Bapa, Mama dan saudara-saudara membuat saya haru. Isak Mama membuat saya sangat merasa dicintai, tapi maaf mama saya sulit menangis (hehehe). Hal pertama dalam agenda liburan adalah berziarah ke makam nenek, ibu dari Ayah saya. Kami sekeluarga juga mengadakan acara, ah iya acara ini adalah acara Tahun Baru. Kata ibu acaranya dibuat menunggu saya pulang padahal jarak waktunya cukup jauh dari kemeriahan tahun baru, how blessed i'am. Dua Minggu libur dilalui begitu saja hanya didalam rumah karena sepertinya alam tidak mendukung liburan saya atau saya yang salah karena libur si musim penghujan? Ntahlah. 

Minggu ketiga berangsur baik, cuaca cerah dan mendukung saya menjadi 'Bolang' aka bocah petualang. Tour guide saya kali ini adalah bapa, saya dan beliau sefrekuensi. Disatu kesempatan beliau mengajak saya ke tempat kerja beliau untuk membantu beliau, tentu saja dengan senang hati saya mengiyakan karena saya kira selain bisa bermanfaat untuk bapa setidaknya libur saya juga tidak sia-sia. Oh ya balik ke membolang, sebenarnya hanya satu hari tapi saya cukup puas karena saya bisa melihat kebun tempat masa kecil saya bertumbuh dan mengabadikan alam tempat saya dengan beberapa potretan apik. Saya juga sempat berziarah di tempat peristirahatan nenek dan kakek orangtua dari Ibu saya yang tempatnya berada di distrik tetangga dan memakan waktu 1 jam jarak tempuh, medannya? sangat mengocok lambung tapi itu dihilangkan dengan panorama alam yang sulit dijelaskan kalau kata lagu 1D "can't even pronounce". 

Dan dilibur ini untuk pertama kalinya saya akan memberikan sumbangsih dalam bentuk suara pada pemilu tahun ini, merasa keren. 

Dua hari setelah itu saya harus... entahlah, pulang atau pergi? pergi, saya pergi meninggalkan rumah 'lagi'. Rasanya sedih, sangat sedih karena pergi kali ini benar-benar akan lama kembalinya. Ada banyak doa yang mengantar saya jadi saya harus bisa menjawab itu semua, saya berjanji atas nama diri saya sendiri.

"Pulang itu yang asik hanya bagian disuruh bangun dan makan, 
selebihnya memikirkan bagaimana supaya pulang ini abadi?"
_nopa



Sano, 06 Februari 2024
Jogja, 25 Februari 2024



Komentar

Postingan Populer