Hallo!

Pertama-tama saya mengucapkan limpah maaf kepada diri sendiri dan orang-orang yang kecewa atas saya yang sudah lama tidak menulis, bukan tanpa alasan. Itu karena selain 'sok sibuk' saya juga kurang membaca belakangan ini jujur saja.

Meskipun sebenarnya saya bingung mau menulis tentang apa akan tetapi saya memberanikan diri untuk sedikit bercerita, berbeda dengan tulisan-tulisan sebelumnya kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman pribadi saya.

Terhitung 6 bulan lamanya saya tidak menulis, wah lama juga ya, Tapi tidak apa-apa karena sebenarnya saya banyak menulis tetapi tidak saya publish. Jadi 6 bulan itu bukan tidak menulis hanya saja tidak mempublish. 

Mari kita mulai dengan "kok kamu hidupnya lurus-lurus aja sih?", pertanyaan tersebut yang terlontar dari kenalan saya belum lama ini. Sebenenarnya saya mau memaparkan alasannya panjang lebar, tetapi yang keluar dari mulut ini hanya "Puji Tuhan hehehe." Selain karena saya kurang begitu paham maksut dari 'lurus-lurus' itu apa tapi saya yakin itu artinya karena dia tidak pernah melihat saya mengalami kesulitan, saya juga tidak mau kalau dia mengasihani atau justru menghina jika saya menceritakan apa yang sudah banyak saya lalui.

Sebenarnya saya senang, itu artinya personal branding saya berhasil dan memang sudut pandang tersebut yang saya inginkan. Tapi perlu kita ingat bahwa setiap orang mengalami 'terantuk batu'nya sendiri, kita tidak bisa mengasumsikan hanya berdasarkan apa yang kita lihat tanpa kita ketahui apa yang sebenarnya orang itu alami. Syukurlah ketika memang apa yang kita lihat dan itu juga yang dialami oleh orang itu, namun saya pribadi yakin setiap individu memiliki kegelisahan dan kegagalannya masing-masing.

Ada banyak hal yang sudah saya lalui selama ini, ketika saya renungkan ternyata sudah banyak nama dan wajah baru yang saya kenal, peran-peran luar biasa yang saya lakoni, tugas dan tanggung jawab yang saya pikul, bahkan makian hingga pujian yang saya terima. Ternyata saya sudah melalui hal-hal yang mungkin bagi sebagian orang itu hanyalah hal biasa yang mudah didapatkan, tetapi bagi saya itu adalah hal luar biasa yang setidaknya membuat saya berpikir "kenapa baru sekarang saya lakukan ini?". 

Mari kita belajar mengapresiasi setiap hal kecil yang kita capai, bahkan ketika itu hanya berhasil melewati satu hari. Kegagalan itu normal, itu bagian dari belajar dan proses. Jangan selalu melihat yang 'wah' karena terkadang itu membuat kita lupa diri. Pun melihat pencapaian orang lain, cukup dijadikan bahan motivasi jangan sampai jadi bahan perbandingan apalagi penyesalan dan menyalahkan. Mengeluh secukupnya saja ya.

Setiap kita sudah punya garis masing-masing, dibanding mengeluh dan menangis ada baiknya kita gunakan energi kita untuk mengejar dan melakukan hal-hal yang berguna.

Ingat, waktu kita tidak banyak!.

_Strangers



Jogja, 20 September 2024

Novasari



Komentar

  1. Suka sama cerita cerita kak Kornelia
    Paragraf ke 7 saya sangat setuju 😊

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer